Pages

RSS

Jumat, 06 September 2013

Mengendalikan Berat Badan Pada Masa Kehamilan


Mengendalikan Berat Badan Pada Masa Kehamilan

Pada umumnya di masa-masa kehamilan, tubuh calon Ibu akan terlihat lebih gemuk yang disebabkan antara lain juga karena perkembangan janin didalam perutnya. Dan peristiwa ini sudah pasti akan dialami sebagian besar wanita di masa kehamilan mereka.
Tetapi ini bukannlah alasan yang tepat apabila Anda terus membenarkan tubuh semakin membengkak tidak terkendali  pada masa kehamilan Anda.

Agar berat badan Anda tetap terjaga pada masa-masa kehamilan, ada beberapa langkah yang perlu Anda perhatikan :

1.      Lakukan pengontrolan berat badan setiap minggunya. Berapa banyak kah kenaikan berat badan Anda setiap minggunya dimasa-masa kehamilan, ini perlu Anda ketahui. Ini berfungsi sebagai pengendali agar kelebihan berat badan pada masa-masa kehamilan tidak terjadi. Berkonsultasilah kepada dokter kandungan apabila berat badan Anda pada masa-masa kehamilan sudah melampaui angka yang seharusnya, dan wajarnya kenaikan berat badan pada masa-masa kehamilan adalah 10-17,5 kg. Jangan lupa pada masa-masa seperti ini pola makan sehat harus diperhatikan.

2.      Asupan jumlah makanan harus diatur
Budaya dan persepsi yang salah banyak terjadi di masyarakat kita adalah menganggap bahwa pada masa-masa kehamilan itu seorang calon Ibu harus lebih banyak makan dengan alasan karena untuk berdua yaitu untuk calon Ibu dan janinnya. Makan dengan porsi berlebihan dan terkesan semaunya sendiri dengan dalih demi calon si buah hati pada masa-masa kehamilan jangan dijadikan alasan. Yang benar adalah agar janin tumbuh sehat, kebutuhan nutrisi yang lengkap sangat dianjurkan.

Kebutuhan kalori ekstra yang Anda perlukan adalah 300 dalam sehari. Yang dianjurkan adalah mengatur pola makan dengan makanan yang lebih bergizi pada masa-masa kehamilan.
Kebutuhan gizi bagi sang janin harus diperhatikan dan dipastikan tercukupi.

3.      Atur Program diet Anda
Konsumsilah makanan utama yang mengandung nilai gizi yang tinggi dan jangan diganti dengan mengkonsumsi makanan yang nilai gizinya rendah. Cemilan yang disarankan adalah misalkan telur, buah-buahan dan sayur-sayuran Agar Setiap dua jam usahakan untuk selalu ngemil guna menjaga tubuh agar tidak kekurangan nutrisi.

4.      Tetap berolahraga
Tetaplah beraktivitas seperti biasa dan berolahraga walaupun Anda sedang dalam masa-masa kehamilan. Jalan-jalan santai atau jogging serta lakukanlah pekerjaan rutin Anda, namun harus tetap disesuaikan dengan kondisi masa kehamilan Anda. Tetap bergerak aktif pada masa-masa kehamilan dapat meningkatkan peluang persalinan normal, begitulah menurut dokter kandungan.
Jangan sampai malas-malasan beraktivitas pada masa-masa kehamilan, karena akan mengakibatkan penumpukan lemak ditubuh dan akan sulit menurunkannya pada masa-masa kehamilan.

Jaga Berat Badan Pada Masa Kehamilan


Jaga Berat Badan Pada Masa Kehamilan

Resiko terkena gestational diabetes dapat terjadi pada wanita hamil yang memiliki berat badan berlebihan. Setelah melahirkan bagi wanita yang memiliki berat badan berlebih mempunyai resiko terserang diabetes tipe 2 sangat besar dan ini kemungkinan bisa terjadi.
Pada masa-masa kehamilan inilah biasanya gestational ini terjadi. Resiko yang ditimbulkan dari jenis diabetes ini adalah terjadi komplikasi ketika masa persalinan dikarenakan ketika dalam masa kehamilan bayi akan tumbuh lebih besar akibat diabetes tadi.
Dalam kurun waktu antara 5 sampai 10 tahun diabetes gestational ini dapat mengembang menjadi diabetes tipe 2, dan seperti yang dilansir oleh Foxnews bahwa 50% wanita didiagnosa menderita penyakit ini.  Resiko terkena penyakit diabetes gestational  ini dapat dialami oleh wanita akibat berat badan yang berlebih atau obesitas ataupun karena riwayat diabetes dalam keluarga.
Dianjurkan sebelum hamil bagi calon ibu untuk selalu mengontrol berat badannya, dan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan agar terhindar dari penyakit diabetes tadi. Untuk mengembalikan kesuburan dalam sindrom ovarium polikistik, disarankan untuk selalu mengkonsumsi suplemen seperti misalnya suplemen inositol yang berfungsi untuk meminimalisir resiko terkena penyakit diabetes gestational pada masa kehamilan.

Jumat, 30 Agustus 2013

Idealnya Berat Badan Dimasa Kehamilan


Idealnya Berat Badan Dimasa Kehamilan

Ketika sedang dalam kondisi hamil biasanya tubuh wanita mulai bertambah gemuk. Tetapi bukan berarti dalam masa kehamilan anda boleh terlalu gemuk. Agar tidak terjadi gangguan pada calon bayi dan calon ibu maka disarankan kepada ibu hamil untuk selalu menjaga berat badan dan jangan terlalu gemuk.

Oleh karena itu pada saat dalam kondisi hamil perlu sekali untuk selalu mengontrol berat badan. Karena seringnya mual dan muntah-muntah pada trimester pertama kehamilan menyebabkan peningkatan berat badan relatif lebih sedikit justru kecenderungan yang terjadi adalah berat badan malah menurun. Pada trimester 2 dan 3 inilah berat badan harus benar-benar dikontrol dikarenakan pada periode ini kecenderungan berat badan meningkat tajam akan terjadi. Pertambahan berat badan yang normal pada masa kehamilan adalah antara 12 sampai dengan 15 kg.

Perharinya janin akan tumbuh hingga 10 gram, dan ini terjadi pada trimester ke-2. Janin akan tumbuh kurang lebih 20 gram pada minggu ke 16, 256 gram pada minggu ke-20, 690 gram pada minggu ke-24 dan 900 gram pada minggu ke-27.


Saat Ibu Hamil kenaikan Berat normal badannya adalah sesuai kriteria berikut ini :

1.   Bagi ibu hamil yang berat badan sebelumnya underweight dengan masa tubuh atau BMI kurang dari 18,5, dikatakan normal bila penambahan bobot berat badannya adalah antara 13 sampai dengan 18 kg.

2.  Indeks masa tubuh atau BMI antara 18,5 dan 24,9 yang dimiliki sebelum hamil, dikatakan normal bila penambahan bobot berat badannya adalah antara 11 sampai dengan 16 kg.

3.   Indeks masa tubuh atau BMI antara 18,5 dan 24,9 bagi mereka yang overweight, dikatakan normal bila penambahan bobot berat badannya pada saat hamil adalah antara 7 sampai dengan 11 kg.

4.   Indeks masa tubuh atau BMI lebih dari 30 bagi Ibu yang mengalami obesitas sebelum hamil, dikatakan normal bila penambahan bobot berat badannya pada saat hamil adalah antara 5 sampai dengan 9 kg.

Berat badan dengan kisaran antara 45 sampai dengan 65 kg bagi ibu yang sedang hamil adalah yang sangat ideal. Dapat menimbulkan resiko baik pada janin maupun calon ibu apabila berat badan calon ibu pada masa kehamilan berlebih (overweight atau kurang (underweight). Dampak negatif dapat terjadi baik kepada janin maupun ibu selama masa hamil, persalinan ataupun setelah proses persalinan bila berat badan berlebih (overweight).

Bila berat badan berlebih pada saat hamil, maka dampak yang akan ditimbulkan antara lain :

1.        Beresiko terkena hipertensi dan diabetes pada ibu.
2.        Disebabkannya banyak pembuluh darah yang tersumbat, dapat terjadi infeksi setelah persalinan.

3.        Infeksi pada lemak yang tertimbun di lapisan kulit disebabkan oleh kuman yang tumbuh
4.    Plasenta yang terganggu oleh timbunan lemak yang seharusnya berfungsi sebagai penyuplai oksigen menyebabkan terhambatnya pertumbuhan janin.

5.       Karena oksigen yang tidak tersuplai menyebabkan rusaknya sel-sel otak pada janin yang mengakibatkan kurangnya kecerdasan anak.
6.        Paru-paru anak yang terganggu.
7.        Pada saat lahir anak akan menjadi obesitas.

Untuk membakar lemak dan kalori dalam tubuh, disarankan bagi ibu yang overweight untuk rutin jalan kaki dipagi hari ataupun berenang. Agar tidak membahayakan janin, jangan melakukan olah raga berat seperti joging. Yang perlu diingat bahwa keton lemak bisa meracuni janin apabila proses penghancuran lemak dilakukan terlalu drastis.

Bayi terancam lahir prematur dan beresiko lahir cacat serta mengalami gangguan pertumbuhan bila dalam masa-masa kehamilannya berat bandan ibu pada kondisi underweight. Dianjurkan untuk ibu yang sedang hamil selalu memenuhi syarat dan gizi seimbang dengan cara mengkonsumsi makanan yang bergizi. Tiap minggunya peningkatan berat badan yang dianjurkan untuk ibu hamil yang underweight adalah 0,5 kg

Meningkatkan Sistem Imun Pada Masa Kehamilan



Meningkatkan Sistem Imun Pada Masa Kehamilan
Menjaga lebih baik daripada mengobati! karena menjaga agar tidak sakit itu jauh lebih baik daripada mengobati. Dan ini sangat penting sekali terutama ketika anda sedang dalam keadaan hamil. Cukupi kebutuhan nutrisi khusus untuk menunjang kehamilan anda, tetap berolah raga dan jangan lupa istirahat secukupnya. Selama dalam masa kehamilan, diwajibkan untuk selalu meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar anda tidak mudah sakit, diantaranya yang perlu anda perhatikan antara lain :

Tidur dan istirahat yang cukup pada masa Kehamilan

Bagi wanita hamil yang bekerja, aktifitas yang berat sedapat mungkin untuk dihindari.

Jangan sampai Stress pada masa Kehamilan

Sikap positif harus selalu dipertahankan. Dengan jalan misalkan melakukan kegiatan relaksasi seperti pijat refleksi agar diri anda merasa tenang dan fresh.

Ada jenis olahraga khusus bagi Ibu hamil yang perlu anda lakukan, seperti yoga untuk ibu hamil, ataupun bersepeda. Intinya carilah olah raga yang ringan yang mendukung pada masa-masa kehamilan, agar tubuh selalu bugar pada masa kehamilan.

Untuk melawan kuman penyebab penyakit perlu asupan nutrisi yang cukup misalkan dengan mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung gizi. Agar daya tahan tubuh ibu hamil terhadapa infeksi dan penyakit meningkat, ada beberapa Nutrisi spesifik yang diajurkan untuk dikonsumsi seperti :

Asam Folat

Untuk mengurangi resiko janin mengalami kelainan tabung saraf hingga 70% dan juga menjaga sistem kekebalan tubuh atau imunitas.  Diperlukan pada Saat pembentukan susunan saraf pusat dan saat pembentukan otak penting untuk dikonsumsi pada masa awal-awal kehamilan

Vitamin C

Pada penderita influenza berguna untuk meningkatkan produksi antibodi dan mencegah infeksi sekunder.  Kalsium berfungsi untuk pembentukan tulang dan gigi, membantu tubuh dalam menyerap vitamin C, serta mencegah agar ibu hamil tidak kehilangan kalsium dari tulangnya.   Harus disertai dengan mengkonsumsi vitamin D supaya kalsium bisa diserap secara maksimal, dan diataranya adalah seperti mengkonsumsi susu.

Zat Besi

Berfungsi sebagai pengatur sel T limfosit didalam sel darah putih. Apabila ibu hamil kekurangan zat besi berakibat penurunan sel NK, peningkatan resiko infeksi serta menghambat perkembangan imunitas seluler.

docosahexaenoic acid (DHA)  

Berguna sebagai pendukung sistem saraf bagi calon Ibu.

Fructooligosaccharides (FOS)

Sebagai pendukung berkembangnya Bifidobacteria di saluran pencernaan serta membantu meningkatkan daya tahan tubuh. FOS hasil fermentasi dari Bifidobacteria ini akan berubah asam laktasit dan asam asesat yang dapat dapat menbantu imunitas dikarenakan meningkatnya fungsi pencernaan.

Segelas susu yang mengandung Nutrisi

Imunitas tubuh akan terdongkrak dikarenakan susu banyak mengandung Nutrisi.  Hampir semua nutrisi yang diperlukan tubuh sudah terdapat di dalam satu gelas susu.  Kebutuhan nutrisi tertentu dapat disesuaikan dikarenakan kandungan nutrisi banyak terdapat didalam susu.  Kebutuhan nutrisi yang sudah disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan ibu hamil misalkan yang terdapat pada susu khusus untuk ibu hamil.

Pada saat  anda mengalami rasa mual dan muntah, dengan mengkonsumsi susu ibu hamil secara rutin sangat bermanfaat sekali. Dengan meminum susu dapat menggantikan nutrisi yang hilang terbuang.  Ibu hamil dianjurkan mengkonsumsi susu rendah lemak dan turunannya seperti yoghurt dan keju  yang merupakan sumber kalsium dan protein.

Hampir sebagian besar produk susu telah di pasteurisasi, dan akibat pasteurisasi ini sangat mengurangi jumlah patogen pada susu.  Resiko tercemar oleh bakteri patogen seperti listeria dapat terjadi apabila dalam penyimpanannya tidak hati-hati.  Infeksi akibat bakteri bisa tumbuh yang disebabkan oleh suhu dingin.  Oleh karenanya, agar mencegah terkontaminasi, susu harus disimpan dengan baik dan tidak boleh terbuka.  Setelah melewati masa dua hari sebaiknya susu harus dipanaskan dulu sebelum dikonsumsi, dan yang sebaiknya susu harus habis dalam waktu dua hari setelah dibuka tutupnya.

Jangan mengkonsumsi  susu mentah dan turunannya seperti misalkan keju yang tebuat dari susu yang tidak dipasteurisasi  dan susu yang juga tidak di pasteurisasi.  Terutama pada masa kehamilan, dianjurkan untuk selalu mengkonsumsi produk susu yang aman bagi diri dan perkembangan janinnya.