Pages

RSS

Jumat, 30 Agustus 2013

Idealnya Berat Badan Dimasa Kehamilan


Idealnya Berat Badan Dimasa Kehamilan

Ketika sedang dalam kondisi hamil biasanya tubuh wanita mulai bertambah gemuk. Tetapi bukan berarti dalam masa kehamilan anda boleh terlalu gemuk. Agar tidak terjadi gangguan pada calon bayi dan calon ibu maka disarankan kepada ibu hamil untuk selalu menjaga berat badan dan jangan terlalu gemuk.

Oleh karena itu pada saat dalam kondisi hamil perlu sekali untuk selalu mengontrol berat badan. Karena seringnya mual dan muntah-muntah pada trimester pertama kehamilan menyebabkan peningkatan berat badan relatif lebih sedikit justru kecenderungan yang terjadi adalah berat badan malah menurun. Pada trimester 2 dan 3 inilah berat badan harus benar-benar dikontrol dikarenakan pada periode ini kecenderungan berat badan meningkat tajam akan terjadi. Pertambahan berat badan yang normal pada masa kehamilan adalah antara 12 sampai dengan 15 kg.

Perharinya janin akan tumbuh hingga 10 gram, dan ini terjadi pada trimester ke-2. Janin akan tumbuh kurang lebih 20 gram pada minggu ke 16, 256 gram pada minggu ke-20, 690 gram pada minggu ke-24 dan 900 gram pada minggu ke-27.


Saat Ibu Hamil kenaikan Berat normal badannya adalah sesuai kriteria berikut ini :

1.   Bagi ibu hamil yang berat badan sebelumnya underweight dengan masa tubuh atau BMI kurang dari 18,5, dikatakan normal bila penambahan bobot berat badannya adalah antara 13 sampai dengan 18 kg.

2.  Indeks masa tubuh atau BMI antara 18,5 dan 24,9 yang dimiliki sebelum hamil, dikatakan normal bila penambahan bobot berat badannya adalah antara 11 sampai dengan 16 kg.

3.   Indeks masa tubuh atau BMI antara 18,5 dan 24,9 bagi mereka yang overweight, dikatakan normal bila penambahan bobot berat badannya pada saat hamil adalah antara 7 sampai dengan 11 kg.

4.   Indeks masa tubuh atau BMI lebih dari 30 bagi Ibu yang mengalami obesitas sebelum hamil, dikatakan normal bila penambahan bobot berat badannya pada saat hamil adalah antara 5 sampai dengan 9 kg.

Berat badan dengan kisaran antara 45 sampai dengan 65 kg bagi ibu yang sedang hamil adalah yang sangat ideal. Dapat menimbulkan resiko baik pada janin maupun calon ibu apabila berat badan calon ibu pada masa kehamilan berlebih (overweight atau kurang (underweight). Dampak negatif dapat terjadi baik kepada janin maupun ibu selama masa hamil, persalinan ataupun setelah proses persalinan bila berat badan berlebih (overweight).

Bila berat badan berlebih pada saat hamil, maka dampak yang akan ditimbulkan antara lain :

1.        Beresiko terkena hipertensi dan diabetes pada ibu.
2.        Disebabkannya banyak pembuluh darah yang tersumbat, dapat terjadi infeksi setelah persalinan.

3.        Infeksi pada lemak yang tertimbun di lapisan kulit disebabkan oleh kuman yang tumbuh
4.    Plasenta yang terganggu oleh timbunan lemak yang seharusnya berfungsi sebagai penyuplai oksigen menyebabkan terhambatnya pertumbuhan janin.

5.       Karena oksigen yang tidak tersuplai menyebabkan rusaknya sel-sel otak pada janin yang mengakibatkan kurangnya kecerdasan anak.
6.        Paru-paru anak yang terganggu.
7.        Pada saat lahir anak akan menjadi obesitas.

Untuk membakar lemak dan kalori dalam tubuh, disarankan bagi ibu yang overweight untuk rutin jalan kaki dipagi hari ataupun berenang. Agar tidak membahayakan janin, jangan melakukan olah raga berat seperti joging. Yang perlu diingat bahwa keton lemak bisa meracuni janin apabila proses penghancuran lemak dilakukan terlalu drastis.

Bayi terancam lahir prematur dan beresiko lahir cacat serta mengalami gangguan pertumbuhan bila dalam masa-masa kehamilannya berat bandan ibu pada kondisi underweight. Dianjurkan untuk ibu yang sedang hamil selalu memenuhi syarat dan gizi seimbang dengan cara mengkonsumsi makanan yang bergizi. Tiap minggunya peningkatan berat badan yang dianjurkan untuk ibu hamil yang underweight adalah 0,5 kg

1 komentar:

Daren mengatakan...

mantap bos sangat membantu

Posting Komentar